Berita
Trending

Profil Ganjar Pranowo: Masa Kecil Hingga Perjalanan Politik

Profil Ganjar Pranowo

Sahabat GanjarH. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. adalah seorang tokoh bangsa yang memiliki berbagai prestasi dalam kepemimpinan maupun membuat kebijakan di parlemen maupun di daerah. Sebelumnya, ia merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2004–2009 dan 2009–2013. Ia juga sedang menjabat sebagai Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) selama dua periode, yaitu 2014–2019 dan 2019–2024; sekaligus Ketua Umum Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia (Persada.id). Pada 21 April 2023, Ganjar Pranowo ditunjuk oleh PDIP sebagai calon Presiden Indonesia 2024.

KELAHIRAN

Ganjar Pranowo lahir pada  28 Oktober 1968 dari keluarga sederhana di sebuah desa di lereng Gunung Lawu, Karanganyar dari ayah bernama Parmudji Pramudi Wiryo dan ibu bernama Sri Suparni. Ayah Ganjar Pranowo merupakan seorang polisi dan sempat ditugaskan dalam operasi penumpasan gerakan PRRI di Sumatra Tengah (Sumatra Barat, Riau, dan Jambi sekarang).

PENDIDIKAN AWAL

Memasuki SMP, Ganjar dan keluarganya pindah ke Kutoarjo untuk mengikuti tempat tugas ayahnya. Selanjutnya, ia bersekolah di SMP Negeri 1 Kutoarjo atau saat ini menjadi SMP Negeri 3 Purworejo. Lulus dari sekolah menengah pertama melanjutkann ke jenjang SLTA di SMA Bopkri 1 Yogyakarta. Di SMA, ia aktif dalam kegiatan kepramukaan yakni Dewan Ambalan.

MENEMPUH PENDIDIKAN SEMBARI MENDONGKRAK EKONOMI KELUARGA

Menjelang kelulusan SMA di tahun 1980-an, sang ayah pensiun dari kedinasannya di Polri Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, ibu Ganjar sempat membuka warung kelontong, sementara ia sempat berjualan bensin di pinggir jalan.

MASA PERKULIAHAN

Tamat SMA, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Di kampus, ia bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) serta kegiatan pecinta alam di mana ia pernah melatih untuk SMA Negeri 8 Yogyakarta dan SMA Negeri 1 Sewon, Bantul. Selama kuliah di UGM, Ganjar mengaku sempat cuti kuliah selama dua semester akibat tidak memiliki biaya untuk perkuliahan.

Ganjar juga meraih gelar S2 (master) di jurusan Ilmu Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.

AWAL MULA KARIR

Ganjar Pranowo lulus dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dengan dosen penguji skripsi Prof. Nindyo Pramono. Tamat kuliah, Ganjar Pranowo awalnya bekerja di lembaga konsultan HRD di Jakarta yaitu PT Prakasa. Selain itu, ia juga pernah bekerja di PT Prastawana Karya Samitra dan PT Semeru Realindo Inti.

AWAL KARIR POLITIK

Selama Aktif di GMNI dan mengagumi Soekarno, Ganjar awalnya menjadi simpatisan PDI.  Ganjar akhirnya memilih berkarier di politik lewat Partai PDI-P yang dipimpin oleh Megawati Sukarnoputri.

Ketika menjadi anggota DPR-RI pada periode 2004-2009, Ganjar Pranowo ditugaskan di Komisi IV yang mengawasi bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, dan Pangan.

Selain itu, ia pernah ditempatkan pada Pansus (Panitia Khusus) RUU Partai Politik sebagai ketua panitia khusus, anggota Badan Legislasi DPR RI, dan Ketua Panitia Khusus tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD di DPR RI.

MENJADI GUBERNUR JAWA TENGAH

Ganjar maju menjadi calon gubernur dalam Pemilihan Umum Gubernur Jawa Tengah Tahun 2013, berpasangan dengan Heru Sudjatmoko yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.

Ganjar-Heru yang dikenal dengan tagline mboten korupsi mboten ngapusi (tidak korupsi tidak membohongi) ini keluar sebagai pemenang dengan total perolehan suara mencapai 48,82%.

Pelantikan Ganjar sebagai gubernur dilaksanakan hari Jumat, 23 Agustus 2013 oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang.

GUBERNUR PERIODE KE-2

Dirinya kembali menjadi Gubernur Jawa Tengah untuk periode 2018-2023 dengan perolehan suara 58,78 persen dengan perolehan 10.362.694 suara.

Pada pilkada tersebut, ia berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen yang merupakan anggota DPRD Jawa Tengah periode 2014-2019 dari Fraksi PPP dan dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah 3 (Kabupaten Pati, Rembang, Grobogan, dan Blora).

Pada pilkada kali ini, Ganjar mengalami kekalahan di empat kabupaten yang sebelumnya dikenal sebagai basis PDI Perjuangan (karena dahulu merupakan basis PNI), yakni Brebes, Tegal, Purbalingga, dan Kebumen.

PEMBENAHAN KORUPSI

Saat menjadi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pernah memimpin 3.000 pelajar yang menggelar aksi antikorupsi. Dalam kegiatan itu, Ganjar mengajak ribuan pelajar menempel stiker anti korupsi di sejumlah mobil dinas Pemprov Jateng. Ganjar menjelaskan tujuan dari penempelan stiker anti korupsi itu. Selain untuk selalu mengingatkan, stiker tersebut juga doa untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng. Ganjar mengusung visi Tetep Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi (Tetap Tidak Korupsi, Tidak Membohongi).

Selama periode pemerintahan Ganjar, tingkat pelaporan LKPHN di provinsi Jawa Tengah, pada periode 2018 dan 2022, selalu mencapai 100%. Ganjar juga merubah pola promosi jabatan menjadi lebih transparan dan selektif, membuat kurikulum antikorupsi, serta membuat desa antikorupsi.

KETUA UMUM KAGAMA

Pada kongres KAGAMA di Kendari (November 2014), dia terpilih secara musyawarah menggantikan Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai ketua umum KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) periode 2014-2019.

Ganjar terpilih setelah melakukan musyawarah mufakat bersama tiga calon ketua umum lainnya, yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono X (Ketua Umum KAGAMA periode 2009-2014), Budi Karya Sumadi (Ketua Pengda KAGAMA DKI Jakarta) serta Usman Rianse (Pengda KAGAMA Sulawesi Tenggara) yang bertempat di Hotel Grand Clarion, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 8 November 2014.

Salah satu pertimbangan Sri Sultan adalah bahwa KAGAMA perlu melakukan regenerasi kepemimpinan dari yang tua ke yang muda/Menurut Sri Sultan HB X regenerasi di KAGAMA adalah ke niscayaan.

MASA DEPAN INDONESIA

Pada tanggal 21 April 2023, Ganjar Pranowo resmi dicalonkan sebagai Calon Presiden Republik Indonesia oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri pada Istana Batu tulis.

Acara tersebut dihadiri oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ke-19 Puan Maharani, Sekretaris Jendral PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto, beserta kader partai PDI perjuangan lainnya.

Pasca berakhirnya masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah pada 5 September 2023, Ganjar Pranowo tidak hanya menikmati masa purnawirawan tanpa aktivitas biasa.

Namun, Ganjar Pranowo semakin aktif turun untuk bertemu masyarakat di seluruh Indonesia melalui berbagai lembaga, komunitas adat, ormas, hingga bersilaturahmi dengan para pemuka seluruh agama dalam mendiskusi masa depan Indonesia.

Ganjar Pranowo juga terlihat aktif memaparkan visi misinya dan rencana kepemimpinannya di berbagai Universitas, komunitas akademik, hingga forum terbuka.

Ia yakin jika Indonesia akan menjadi bangsa yang besar di tahun 2045 dengan bonus demografi yang luar biasa. Maka dari itu, setiap berbagai kesempatan Ganjar Pranowo selalu menekan bahwa peran anak muda sangat berkontribusi besar untuk kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Admin

Follow on social media // Twitter : @sahabatganjar // Instagram : @sahabatganjar2024

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button